My Contact Facebook :A-Jie Neversaydie
Home » » Jokowi Prihatin Gorong-gorong Bundaran HI

Jokowi Prihatin Gorong-gorong Bundaran HI


              Vgm Ajie NeverSaydie BLOG
Untuk mengantisipasi agar genangan yang terjadi pada pekan lalu tidak terulang kembali, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, meninjau gorong-gorong yang ada di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Namun orang nomor satu di Jakarta itu menyesalkan dan prihatin melihat gorong-gorong di kawasan tersebut hanya berdiameter 60 sentimeter sehingga tidak mampu menampung air dengan curah hujan di atas 100 milimeter per jam.

"Kalau hujannya normal (diameter) 60 sentimeter masih nampung. Tapi kalau seperti kemarin sampai 120 milimeter per jam ya tidak mungkin menampung itu. Makanya terjadi genangan yang cukup parah," kata Jokowi, saat meninjau gorong-gorong di kawasan Bundaran HI, Rabu (26/12).

Dalam bayangan Jokowi, gorong-gorong yang ada di kawasan itu seluas lapangan sepakbola. "Di bayangan saya di bawah jalan-jalan di DKI ini (gorong-gorong) besar, bisa untuk sepakbola, tapi kenyataan diameternya cuma 60 sentimeter," ujar Jokowi yang sempat masuk ke gorong-gorong tersebut untuk memastikan gorong-gorong bebas dari sampah.

Untuk mengantisipasi terjadinya genangan seperti Jumat (21/12) dan Sabtu (22/12) lalu yang menyebabkan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan di ibu kota sempat lumpuh, Jokowi memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum untuk membuka tutup gorong-gorong di sepanjang Jalan Thamrin. Sehingga saat hujan turun aliran air tidak terhalang. Petugas juga akan disiagakan untuk menjaga gorong-gorong yang dibuka tersebut. "Ini untuk mengejar hujan, jangan sampai kejadian seperti kemarin terulang kembali," ungkapnya.

Selain itu, mantan Walikota Solo itu juga meminta Kepala Dinas PU untuk memasang empat pompa di lokasi rawan genangan di Ibu Kota sore ini. Nantinya air akan dialirkan ke Kali Cideng dan Waduk Melati. "Tadi sudah suruh untuk pasang pompa tarik ke Cideng sama Waduk Melati," tandas Jokowi.

Kepala Dinas PU DKI Jakarta, Ery Basworo mengatakan, gorong-gorong tersebut telah dibangun sejak tahun 1970-an atau sudah berusia lebih dari 40 tahun. Pada saat itu, intensitas hujan belum seekstrem saat ini. Selain itu, pengaliran dan koefisein run off masih terbilang kecil.

"Untuk hujan yang intensitas sedang saja, tidak masalah. Tapi memang Jumat dan Sabtu pekan lalu di atas 100 milimeter per jam, jadi ada antrian untuk masuk ke lubang itu. Diameternya memang hanya 60 sentimeter. Dulu aliran dan koefisien run off-nya masih kecil. Kalau ada hujan datang masih tertahan di daerah resapan-resapan, langsung menyebar semua," ujarnya.

Ery mengaku diminta langsung oleh Jokowi agar desain gorong-gorong di sepanjang Jalan Thamrin untuk diperlebar menjadi berdiameter 1 meter. Pihaknya akan mengajukan pelebaran gorong-gorong pada APBD 2013. "Kita ajukan, kalau gubernur setuju, ya akan masuk dalam anggaran 2013. Jaraknya sekitar 2 kilometer. Dari Kali Sumenep terus kita tarik sampai Sarinah," tandasnya.
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Total Pageviews

Jam

Translate dan Ikuti

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
(+)add friend Facebook : Vgm A-Jie Neversaydie
 
Support : Creating Website | A-jie Template | A-Jie Neversaydie
Copyright © 2011. Vgm A-Jie Neversaydie - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas A-jie
Proudly powered by Blogger