My Contact Facebook :A-Jie Neversaydie
Home » » Pemimpin Bernyali dan Memberi Teladan

Pemimpin Bernyali dan Memberi Teladan



ilustrasi oleh Vgm Ajie NeverS☆yDie

 
Barangkali tak banyak orang yang memiliki nyali, kemampuan dan
memberi teladan seperti seorang Jusuf Kalla, Mahfud MD, Dahlan Iskan, dan Abraham Samad di republik ini. Pendapat-pendapat dan gebrakan-gebrakan mereka kerap mengernyitkan dahi banyak orang. Mengernyit dikarenakan mereka banyak menerobos protokoler-protokoler yang terkesan kaku dan terlalu formal. Sebaliknya, mereka terkesan nyaman dengan gaya, ataupun cara mereka sendiri dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Rata-rata mereka-mereka ini terkesan lugas, tegas, berani, langsung ke pokok permasalahan, dan tidak banyak omong. Mereka bekerja dengan bukti, dan contoh nyata. Tidak dengan retorika.
Tanpa bermaksud mengabaikan beberapa tokoh lain yang punya potensi sama, berikut penulis coba uraikan sepak terjang para pemimpin ini di tengah-tengah masyarakat.

Sebutlah seorang Jusuf Kalla sebagai yang pertama. Siapa yang tak kenal sosok satu ini. Pria kelahiran Wattampone, Bone, Sulawesi Selatan ini terkenal dengan sebutan the acting president (presiden sebenarnya) semasa pemerintahan Presiden SBY jilid pertama, di mana pada saat itu (periode pemerintahan 2004-2009) beliau menjabat sebagai wakil presiden Republik Indonesia. Pria ini dikenal blak-blakan dalam berbicara, dan gemar turun langsung ke lapangan. Salah satu contoh aktif dan nyata adalah perannya dalam penyelesaian kasus Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Berkat kelihaiannya dalam melobi dan berkomunikasi beliau dapat mewujudkan perdamaian di Bumi Serambi Mekkah sampai sekarang.

Kemudian, sosok kedua adalah Mahfud MD. Pria kelahiran Sampang, Madura yang sekarang tengah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini juga mashyur dengan tindakan-tindakan hukum fenomenalnya dalam menyelesaikan berbagai permasalahan hukum yang carut-marut di negeri ini. Salah satu tindakan luar biasa yang dilakukannya adalah memperdengarkan rekaman kaset persekongkolan antara Anggodo Wijoyo dengan oknum kejaksaan, dan aparat yang lain terkait kasus cicak versus buaya yang melibatkan para pimpinan KPK pada saat itu (Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah) dengan pihak kepolisian (Komjen Susno Duadji).

Sontak saja langkah hukum yang dilakukannya itu menuai pro-kontra yang masif. Namun, dengan tenang, dan penuh keyakinan tinggi beliau mengatakan tidak ada masalah dengan hal tersebut dan akhirnya mata publik pun terbelalak melihat dan mendengar konspirasi hukum tingkat tinggi yang dipraktikkan para mafia dan oknum-oknum tersebut.

Contoh teranyar lainnya adalah pernyataannya mengenai kemungkinan sudah menyusupnya para mafia narkoba ke dalam lingkungan Istana, disebabkan keputusan aneh dan tak masuk akal pengurangan hukuman bandar narkoba yang semula didakwa hukuman mati menjadi hanya hukuman kurungan penjara 12 tahun. Keruan saja hal ini memerahkan telinga lingkaran Istana yang merasa gerah dengan sinyalemennya yang langsung menusuk jantung pemerintahan. Tak tanggung-tanggung, bahkan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam pun mencak-mencak dan menuduh Mahfud MD asal bicara dan balik menggertaknya akan membeberkan balik kesalahan-kesalahan yang menurut mereka pernah diperbuat Mahfud MD. Sekali lagi, dengan kepala dingin Mahfud MD mempersilakan mereka membuktikannya kalau memang ada. Dan anehnya, sampai sekarang gertakan itu tak pernah terwujud. Ada apa ya?

Merakyat Sekali

Berikutnya di urutan ketiga adalah figur Dahlan Iskan. Figur fenomenal ini menampilkan performa yang cukup brilian dan terkesan merakyat sekali, jauh dari pakem-pakem elite eksekutif walaupun dia menyandang jabatan menteri yang bergengsi dan prestisius, yaitu Menteri Negara BUMN setelah sebelumnya menjabat Dirut PLN. Latar belakang pria kelahiran Magetan, Jawa Timur ini adalah seorang mantan wartawan dan pemilik salah satu jaringan suratkabar terbesar di negara ini, Jawa Pos Group. Tercatat ada beberapa aksi tak lazim yang diterapkannya dalam kapasitasnya sebagai seorang menteri. Tengoklah ketika beliau membuka sendiri pintu gerbang tol yang tak ada penjaganya disebabkan terlambat datang. Ia gusar melihat lemahnya kinerja bawahannya dalam melayani kepentingan umum.

Kemudian, aksi bersih-bersih toilet di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ia risih dan tidak nyaman melihat kualitas toilet di bandara internasional tersebut. Tak ayal aksinya itu menimbulkan terapi kejut bagi Angkasa Pura selaku pengelola bandara tersebut.

Tindakan terbaru yang dilakukannya adalah melaporkan kongkalikong (baca: pemerasan) oknum anggota DPR terhadap para pimpinan BUMN terkait proyek-proyek yang ada. Ia melaporkannya kepada Badan Kehormatan DPR. Langkah ini pun langsung mendapat reaksi keras dari para anggota DPR yang disinyalir terlibat. Berbagai kecaman dilontarkan terhadap Dahlan Iskan. Sekali lagi Dahlan Iskan tak bergeming dengan keputusannya.

Selanjutnya, tokoh keempat yang bisa dikategorikan pemimpin bernyali adalah Abraham Samad (Ketua KPK) sekarang ini. Abraham Samad dulunya adalah pegiat antikorupsi daerah yang lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, yang melambung namanya setelah menjabat pimpinan tertinggi Komisi Pemberantasan Korupsi. Abraham Samad adalah tokoh antikorupsi yang tegas, berani dan tak pandang bulu dalam menyikat para koruptor-koruptor yang beraneka rupa bentuk dan jumlahnya, mulai dari ujung timur sampai barat negeri ini, dari koruptor kelas teri hingga kakap, dari orang biasa hingga orang luar biasa. Bahkan terakhir adalah jeratannya terhadap seorang jenderal polisi aktif berbintang dua, Irjen Djoko Susilo, mantan Kakorlantas Polri yang terakhir menjabat sebagai Gubernur Akpol. Jenderal aktif ini menjadi tersangka kasus korupsi Simulator SIM Polri dengan kerugian negara diestimasi berkisar Rp 100 miliar lebih, yang juga melibatkan beberapa perwira polisi aktif lainnya dan beberapa rekanan swasta.

Gebrakan terakhirnya ini menimbulkan kegaduhan dan keguncangan di internal kepolisian RI. Apa sebab? Karena baru kali inilah ada jenderal aktif kepolisian yang menjadi tersangka kasus korupsi. Suatu langkah yang tentu saja memerlukan keberanian dan nyali super tinggi. Namun, sebagaimana tipikal orang Makasssar yang terkenal lugas, tegas dan berani, Abraham Samad kokoh pada keputusannya, dan tetap melanjutkan proses penyelidikan yang ada walaupun di internal KPK terjadi penarikan penyidik yang berasal dari kepolisian dengan beragam motif, sebutlah semisal pengembangan karir, habis masa perbantuan, bahkan ada penyidik yang diancam dipidanakan dengan kasus yang sebenarnya sudah selesai (kasus Kompol Novel Baswedan).

Terkait kisruh ini, Presiden SBY langsung turun tangan dan memerintahkan pihak Polri agar tidak mencampuri kewenangan KPK dan menyerahkan sepenuhnya proses kewenangan penyidikan dan penyelidikan kepada KPK. Tindakan yang sebenarnya tidak perlu apabila Polri sadar dan mau tahu kewenangan yang ada padanya dan yang ada pada KPK karena hal itu sudah tegas diatur dalam UU KPK sebagai lembaga supervisi.

Yang paling baru dari langkah KPK memberantas korupsi adalah penetapan tersangka Andi Alifian Malaranggeng, Menpora aktif yang terjaring kasus korupsi megaproyek Hambalang. Tindakan ini juga terbilang berani dan luar biasa mengingat sosok Menpora yang dekat dengan kekuasaan, tempat yang selama ini sulit dijangkau apalagi disentuh. Kemungkinan besar kasus ini juga akan menyeret beberapa nama penting di republik ini. Kita tunggu saja langkah-langkah KPK berikutnya.

Begitulah sekelumit gebrakan-gebrakan dan sepak terjang para pemimpin yang bernyali dan memberi teladan ini di republik tercinta ini. Sesungguhnya bangsa ini masih memerlukan banyak pemimpin-pemimpin yang berani, lugas, tegas, bernyali dan memberi teladan. Setidaknya dari mereka berempat kita masih memiliki asa akan hari depan bangsa dan negara yang lebih baik. Siapa berani?***
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Total Pageviews

Jam

Translate dan Ikuti

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
(+)add friend Facebook : Vgm A-Jie Neversaydie
 
Support : Creating Website | A-jie Template | A-Jie Neversaydie
Copyright © 2011. Vgm A-Jie Neversaydie - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas A-jie
Proudly powered by Blogger