My Contact Facebook :A-Jie Neversaydie
Home » » Ekonomi Kerakyatan Selamatkan Indonesia dari Kehancuran

Ekonomi Kerakyatan Selamatkan Indonesia dari Kehancuran

 Ketua MABMI Deliserdang H OK Khaidar Aswan didampingi Direktur Dirgantara Group Hj Nurmah meninjau stand potensi ekonomi kerakyatan masyarakat melayu wujud dari program Gerbang Emas.
 Indonesia pernah mencatat sejarah kelam yang meluluh-lantakkan perekonomian nasional. Berawal dari menggelindingnya semangat reformasi di tahun 1998 yang menumbangkan rezim orde baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharta sekaligus melengserkan penguasa 32 tahun tersebut, berimplikasi terhadap krisis moneter.
Krisis moneter turut pula melahirkan berbagai multikrisis di sektor lainnya sehingga wajah Indonesia seperti "retak tanah" akibat kemarau panjang karena tak pernah diguyur hujan.

Fokus kepada ekonomi nasional, Indonesia menjadi negeri "porak-poranda" pasca diterjang krisis moneter. Banyak perusahaan besar "gulung tikar" karena tak kuat menahan terjangan krisis moneter laksana "Tsunami" menerjang bumi Aceh 2004 lalu

Tak ayal, dampaknya berpengaruh kepada stabilitas ekonomi nasional. Tingkat kemiskinan meningkat, pengangguran bertebaran di bumi nusantara dan kriminilitas juga bertambah.

Ironisnya lagi, krisis moral membungkus kehidupan rakyat Indonesia yang tidak siap menghadapi dampak multikiris ini.

Selamatkan Indonesia

"Bangsa Indonesia harus berterima kasih kepada para pelaku ekonomi kerakyatan" ungkap Ketua Pengurus Daerah (PD) Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI Deliserdang H OK Khaidar Aswan. Pasalnya, mereka telah menyelamatkan Indonesia dari kehancuran dengan mempertahankan ekonomi nasional dari terjangan krisis moneter.

Sektor ekonomi kerakyatan telah menyelamatkan Indonesia dari kehancuran pasca diterjang krisis moneter. Di saat perusahaan besar yang tumbuh bersandarkan kepada kekuasaan berakhir pula kekuatannya, ekonomi kerakyatan justeru bertahan membendung krisis moneter dan menyelamatkan ekonomi nasional.

"Begitu dampaknya kalau perekonomian didasarkan kekuasaan. Ketika kekuasaan hilang, ikut juga hilang kekuatan ekonomi tersebut seperti banyak perusahaan besar yang tumbuh karena dekat dengan kekuasaan" tandasnya.

Tapi tidak dengan ekonomi kerakyatan ungkap Khaidar yang sukses membangun bendera Dirgantara Group. Ekonomi kerakyatan tumbuh dan besar berpijak di sektor kebutuhan mendasar rakyat. Implikasinya, terjangan krisis moneter tidak mampu ‘memberanguskan’ mereka, meski pelaku ekonomi kerakyatan turut merasakan dampaknya.

"Tidak ada yang mampu bertahan kecuali ekonomi kerakyatan. Itu artinya, ekonomi kerakyatan pilar penyangga ekonomi nasional sekaligus telah menyelamatkan bangsa Indonesia dari kehancuran" tandasnya.

Kurang Perhatian

Jasa sektor ekonomi kerakyatan dalam menyelamatkan Indonesia dari kehancuran merupakan fakta yang tidak terbantah. Sayangnya, banyak para pemangku kepentingan dan semestinya punya tanggung jawab, kurang memberikan perhatian dan kepedulian kepada pelaku ekonomi kerakyatan.

Kedaulatan ekonomi kerakyatan justeru "dikebiri" dengan tidak memberikan porsi untuk maju dan berkembang. Pemerintah adalah salah satu pemangku kepentingan yang bertanggung penuh terhadap kedaulatan ekonomi kerakyatan. Di pusat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menggulirkan program "Ekonomi Indonesia Kreatif" yang bertujuan untuk membangun ekonomi nasional yang turut menyentuh sektor ekonomi kerakyatan.

Sayangnya, program strategis ini dalam prakteknya belum menyentuh banyak pelaku ekonomi kerakyatan. Pemerintah di daerah belum cukup serius mengembalikan kedaulatan ekonomi kerakyatan pada porsinya secara utuh. Terlebih bila merujuk kepada jasa yang telah diperankan ekonomi kerakyatan dalam menyelamatkan bangsa ini dari kehancuran. Termasuk sampai detik ini.

Gerbang Emas

MABMI ungkap Khaidar Aswan, Wazir Negeri Serdang gelar Datuk Paduka Raja Batangkuis, selaku organisasi adat yang kini tidak saja mengurus adat dan budaya, berupaya mengambil peran untuk berpartisipasi dalam mengembalikan kedaulatan ekonomi kerakyatan.

Lewat program andalan Gerakan Membangun Ekonomi Kerakyatan (Gerbang Emas), MABMI Deliserdang berupaya memfasilitasi dan memacu sektor ekonomi kerakyatan agar bisa maju dan berkembang. Dengan pembiayaan dana bergulir untuk pengembangan bisnis berbasis ekonomi kerakyatan, diharapkan pula industri seni dan budaya dapat ikut terangkat.

Selain itu, upaya mengasah potensi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas akan menjadi prioritas program Gerbang Emas. Melalui pelatihan dan pendampingan dalam wirausaha secara berkesinambungan, diyakini tujuan untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi kerakyatan akan bisa terwujud.

"Secara bertahaplah. Karena program Gerbang Emas ini juga baru kita luncurkan dan menjadi program prioritas MABMI Deliserdang yang baru dilantik kepengurusannya" papar Khaidar sebelumnya telah mengembangkan konsep ini melalui Baitul Mal wa Tamwil (BMT) Dirgantara yang didirikannya 2005 lalu sampai sekarang.

Semoga kedaulatan ekonomi kerakyatan kembali ke pangkuannya.
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Total Pageviews

Jam

Translate dan Ikuti

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
(+)add friend Facebook : Vgm A-Jie Neversaydie
 
Support : Creating Website | A-jie Template | A-Jie Neversaydie
Copyright © 2011. Vgm A-Jie Neversaydie - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas A-jie
Proudly powered by Blogger